Polri All Out Cari Korban KM Virgo Transport 8, Tiga Kapal Polisi Diberangkatkan Operasi SAR KM Virgo

Terkini 14 Sep 2026 15:50 • 4 min read • 53 views • By Erick

Share berita ini

Polri All Out Cari Korban KM Virgo Transport 8, Tiga Kapal Polisi Diberangkatkan Operasi SAR KM Virgo
Foto istimewa

Jakarta, Mataborneo.online – Polri memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan korban KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak dan dilaporkan tenggelam di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan, sekitar Pulau Masalembu.


Penguatan operasi dilakukan dengan mengerahkan tiga Kapal Polisi milik Korpolairud Baharkam Polri untuk membantu proses pencarian, evakuasi, serta penyelamatan penumpang dan awak kapal yang hingga kini masih belum ditemukan.


Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam operasi SAR yang melibatkan berbagai unsur tersebut.


“Polri memberikan dukungan penuh dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8. Prioritas utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan evakuasi seluruh penumpang maupun awak kapal yang masih dalam proses pencarian,” ujar Trunoyudo, Minggu (13/9/2026).


Berdasarkan data sementara hingga Minggu pukul 09.00 WIB, KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dan dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.05 WITA. Posisi terakhir kapal diperkirakan berada di sekitar Pulau Masalembu, sekitar 86 mil laut dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.


Jumlah penumpang dan awak kapal atau Person On Board (POB) tercatat sebanyak 243 orang. Dari jumlah tersebut, 125 orang telah berhasil dievakuasi, terdiri atas 124 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara 118 orang lainnya masih dalam pencarian.


Untuk memperluas jangkauan operasi, tiga Kapal Polisi diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Ketiganya yakni KP Laksmana-7012, KP Ibis-6001, dan KP Manyar-5003.


KP Laksmana-7012 yang berada dalam posisi BKO Kalsel berjarak sekitar 80 mil laut dari lokasi dengan estimasi waktu tempuh tujuh jam. Sementara KP Ibis-6001 yang berada dalam posisi BKO Kalteng berjarak sekitar 103 mil laut dengan waktu tempuh sekitar sembilan jam. Sedangkan KP Manyar-5003 yang berada dalam posisi BKO Surabaya berjarak sekitar 200 mil laut dengan estimasi perjalanan 24 jam.


Selain unsur Polri, operasi SAR turut diperkuat KN Laksamana milik Basarnas, KNP 382 milik KSOP, sejumlah kapal masyarakat dan perusahaan pelayaran, serta dua unit helikopter dari Polda Kalteng dan Basarnas Surabaya.


Basarnas mengerahkan 20 personel yang dipimpin Capt. Jahrudin. Sementara KSOP mengirimkan 10 personel menuju lokasi menggunakan KNP 382 yang diberangkatkan sejak pukul 07.00 WITA.


Trunoyudo mengatakan, seluruh kekuatan tersebut dikerahkan untuk memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi korban. Operasi dilakukan secara terpadu bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya.


“Seluruh kekuatan ini bergerak untuk memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi,” katanya.

Di Kalimantan Selatan, operasi SAR melibatkan Basarnas, TNI AL Lanal Banjarmasin, Polairud Polda Kalsel, KSOP Banjarmasin, SROP Navigasi, Pelindo, Kesehatan Pelabuhan, agen kapal dan sejumlah unsur pendukung lainnya.


Posko Operasi SAR juga telah didirikan di Dermaga Trisakti Banjarmasin. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi, pemantauan perkembangan pencarian, sekaligus pengumpulan informasi terkait korban.


Dukungan juga datang dari Polda Jawa Timur. Mengingat KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya, Ditpolairud Polda Jatim menyiapkan sembilan personel untuk membantu operasi dan koordinasi dengan Basarnas serta instansi terkait.


Polres Pelabuhan Tanjung Perak turut mendirikan Posko Pelayanan dan Pengaduan di Pelabuhan Penumpang Gapura Surya Nusantara Tanjung Perak. Posko ini melibatkan personel kepolisian, tim kesehatan, Biddokkes dan DVI Polda Jatim, serta BPBD Jawa Timur.


Sementara untuk penanganan korban, Polri juga menyiapkan tim Disaster Victim Identification (DVI). Enam posko DVI didirikan di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan untuk mendukung proses identifikasi korban secara profesional dan akurat.


Di Kalimantan Selatan, posko DVI ditempatkan di RS Bhayangkara Banjarmasin, RSUD Ulin Banjarmasin, serta Pelabuhan Trisakti untuk pelayanan antemortem. Sedangkan di Jawa Timur, posko ditempatkan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Sumenep dan RS Bhayangkara Surabaya.


Trunoyudo menegaskan, Polri tidak hanya berkonsentrasi pada pencarian korban, tetapi juga memastikan kebutuhan kesehatan, identifikasi, pelayanan keluarga, hingga penyampaian informasi dapat berjalan secara terpadu.


“Kami memahami bahwa keluarga korban saat ini membutuhkan kepastian dan informasi. Karena itu, Polri bersama seluruh unsur SAR akan terus bekerja dan berkoordinasi,” tegasnya.


Polri mengimbau keluarga penumpang dan masyarakat agar tetap tenang serta mendapatkan informasi melalui kanal resmi. Proses pencarian terhadap 118 orang yang masih dinyatakan hilang akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban ditemukan dan dievakuasi.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Mata Borneo